LEMBUR TENGAH MALAM
Dengan napas yang semakin cepat, Gracya memejamkan mata, mencoba untuk mengabaikan.
Jangan takut, ini cuma halusinasi. Aku pasti hanya kecapekan, pikirnya, mencoba mengalihkan pikiran dari suara yang semakin menghantuinya.
Ketika ia membuka mata kembali, Gracya menyadari bahwa tangannya mengepal, seolah menggenggam sesuatu. Perlahan-lahan, ia membuka kepalan tangannya, dan terperangah melihat sebuah lonceng kecil berwarna emas terletak di telapak tangannya. Lonceng itu tampak tua, dengan bercak darah kering di sekitar gagangnya, tetapi tetap memancarkan kilau aneh dalam cahaya lampu ruangan.
Hot Chapters