PERFECT HUSBAND
tanyaku
“Ya, Papa ku sibuk bolak balik amerika indonesai, aku punya saudara tapi nettap juga disana, dan ini akan menjadi rumah kita berdua nanti.’’ucapku pelan meraih pinggangnya mendekat padaku, Ina hanya tersenyum tipis dan berkata,
“Aku tidak suka rumah ini terlalu besar.”ujarnya
“Ya udah nanti kita beli juga yang simple, ayok kekamar kamu perlu mandi dang anti pakaian,”ujarku, Ina mematung ssejenak dan kembali aku panggi saat sudah menaiki tangga pertama.
“Ayo…”pintaku, dengan ragu Ina tampak melangkahkan kakinya membuntutiku
Sesaampai di kamar aku menyodorkan handuk padanya dan mempersilahkan dia kekamar mandi
Sikat na Kabanata