A DEAL WITH COLD PROFESSOR
Ia menyalakan keran, dan suara air mengalir seolah menjadi pengganti percakapan yang sulit kami lanjutkan.
Aku menyandarkan punggung ke counter dapur, memperhatikannya. Dalam kaus hitam yang pas di tubuhnya, dengan lengan berotot yang sesekali terlihat menegang saat ia menggosok piring, ia terlihat sangat berbeda. Bukan lagi dosen kaku yang berjarak, tapi seorang pria yang sedang melakukan pekerjaan rumah tangga sederhana. Sisi itu... terasa sangat normal. Dan kenormalan itu yang entah bagaimana membuat hatiku terasa makin perih, karena aku tahu, di balik semua ini, kami tak pernah benar-benar normal.
Hot Chapters