Istri Tebusan Paman Mantanku
“Jer, aku mau pulang saja ya. Kamu bisa pergi duluan. Aku naik angkot saja.”
Jeri terkejut. “Eh, jangan. Masa kamu naik angkot?”
“Ya, kalau naik angkot kan aku jadi tidak kehujanan. Lagi pula, kosanku tidak jauh dari sini.”
Jeri meringis, merasa bersalah lagi. Ia mengeluarkan jas hujannya dengan wajah sedih. “Aduh, aku tidak tega membiarkanmu pulang sendiri.”