Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Sebuah janji yang harus ditepati. Dia mengeluarkan peta dari jubahnya, tetapi bukan peta kulit kuno. Itu adalah peta yang dia beli dari seorang pedagang—peta yang menunjukkan lokasi-lokasi terkenal di perfectur, termasuk sebuah lokasi yang ditandai dengan simbol menara hitam yang samar: Markas Menara Pembunuh. Dia melipat peta itu, matanya menyipit dengan tekad yang dingin.
618.4K viewsCompletedAdded to Library 497 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
(NOT) PERFECT BOYFRIEND

(NOT) PERFECT BOYFRIEND

Dinda berfikir sejenak, “Ardzan lagi suka selancar, lo tahu dimana belinya papan selancar?” “Ikut aku.” Dalvin menarik tangan Dinda. Dalvin membawa Dinda ke toko khusus alat-alat selancar, banyak banget alat yang dibutuhkan untuk selancar di tempat ini, salah satunya alat yang dicari oleh Dinda. “Aku bingung, banyak banget. Kata kamu mendingan yang mana?” tanya Dinda kelihatan bingung. Dalvin menunjuk papan seluncur yang berwarna hitam yang dibaluti warnah putih. “Gimana kalau yang ini?”
9.83.7K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
Perfect Love

Perfect Love

Ia melepaskan pita dan membuka penutupnya. Terdapat sebuah gaun berwarna merah terlipat rapi di dalamnya dan ada nota dari si pengirim. Eva mengambil nota tersebut untuk dibaca. Ia tersenyum tipis karena menebak Tristan yang mengirimkan hadiah ini. “Ini pasti dari Tristan.” Eva membuka lipatan nota tersebut. ‘Untukmu dari hati yang tak pernah hilang’ ‘Dear: Rendra’
1010.8K viewsOngoingAdded to Library 292 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
Satu Tahun Jadi Istrimu

Satu Tahun Jadi Istrimu

“Aku hanya butuh beberapa detik menemukan ini. Dasar!” Namun, saat hendak menutup laci, pandangannya terpaku pada sebuah map hitam yang menyembul dari tumpukan. Label di sudutnya membuat napasnya tercekat. Darian Alastra Haryodipura & Tavira Lintang Saka. Jari Delaney terulur. Ia menarik map itu, meski hatinya berdegup kencang. Halaman pertama terbuka, menampilkan judul besar:
1035.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as the map of tiny perfect things
Show Reviews (8)
Read
+Library
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
praaahh bnget, istrinya di kasih bekasan dr si Jalang Delaney ..!!! dr awal ciuman pertamanya buat Sijalang aja bikin MALES BACANYA,!!! jangan² Darian pernah BERTUKER PELUH sama si Jalang Delaney,!! jadi tambah males gw,!! CEO tapi TOLOL, GA BISA TEGAS, GA PUNYA KEBERANIAN UTK LINDUNGIN ISTRINYA
Read All Reviews
Mantan Ketua Bayangan : Kembali Beraksi Demi Anak

Mantan Ketua Bayangan : Kembali Beraksi Demi Anak

Ada tiga benda yang tersimpan di sana. Dikeluarkannya satu persatu dengan hati-hati. Ada cheese cake kesukaan Clara yang masih terbungkus rapi dalam wadah mika premium, sebuah pemutar audio, dan map cokelat kecil. Dia mau membuka map tersebut lebih dahulu, tapi ada label kecil bertuliskan: [Buka mapnya setelah selesai dengarkan pesan suara Mama, ya, Cantik.] Clara bergeming membaca tulisan tangan Amanda itu. Padahal hanya tulisan, tapi Clara seolah-olah mendengar Amanda berkata dengan lembut secara langsung di telinganya.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

Mungkin karena bosan, atau mungkin karena rasa takut membuatnya ingin sibuk dengan hal lain. Saat sedang memindahkan beberapa tumpukan buku, Tanisha menemukan lemari kecil di bawah meja kerja. Kuncinya sudah berkarat, tapi ia berhasil membukanya dengan penjepit rambut. Di dalamnya, ada satu map cokelat tua bertuliskan tangan: “Bumi – Pribadi.” Jantungnya berdebar. Ia membuka map itu perlahan, dan menemukan sebuah flashdisk berwarna hitam.
9.75.1K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
Imperfect Love

Imperfect Love

“Deal! Nanti aku ajuin cuti, terus kita bulan madu.” “Hm!” Yasmen mendorong tubuh Byakta agar tidak lagi memberi kecupan di lehernya. “Bulan madu kita yang tertunda!” ~~~ “Love isn't finding a perfect person. It's seeing an imperfect person perfectly.” ~ Sam Keen "And learn, how to deal with it." ~ Kanietha
10102.4K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

Tangannya bermain-main dengan sebuah bungkus kecil berisi bubuk putih. Dari kejauhan, seorang pemuda berkacamata dengan jaket hoodie mendekat dengan langkah santai. "Kau tepat waktu," suara pria berjaket hitam terdengar dalam nada rendah. Pemuda berkacamata itu menyeringai. "Kau pikir aku mahasiswa yang suka telat?" Pria itu terdiam, lalu menyerahkan bungkusan kecil. "Barangnya murni, tidak ada campuran. Seperti biasa, bayar di muka."
897 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Sampai di basement keduanya sama sekali belum ada berbicara, Raffa turun lebih dulu dan diikuti oleh Kaila dibelakangnya dengan langkah gontai. Raffa menempelkan kartu akses apartementnya di sensor yang ada didepan pintu dan secara otomatis pintu langsung terbuka. Raffa berjalan masuk lebih dulu, Kaila dengan ragu ikut masuk ke dalam apartement tersebut dan menutup pintunya. Ia disambut oleh desain interior minimalis dari ruangan ini, warna pilihannya juga cerah, cream! Apartement yang akan mereka tempati tidak mewah seperti apartement milik pengusaha, apartement ini lebih sederhana, hanya ada ruang tv, dapur, kamar mandi dan juga kamar.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
Aku Mencintaimu Dua Kali

Aku Mencintaimu Dua Kali

"Kenapa tidak ada apa pun." Dengan langkah lesu ia kembali ke meja laboratorium. Tanpa semangat, ia menarik salah satu laci paling bawah. Tak disangka, laci itu terbuka. Di dalamnya hanya ada satu map. Berbeda dari map-map lain. Warnanya hitam pekat. Sudut-sudutnya sudah mulai mengelupas karena usia. Seolah map itu telah disimpan sangat lama. Entah kenapa, dada Minari langsung berdegup semakin cepat. Tangannya ikut bergetar ketika mengangkat map tersebut. Ada firasat aneh yang sulit dijelaskan.
10943 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as the map of tiny perfect things
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status