Dosa dalam Cinta
Satrio terdiam, matanya membesar, napasnya terhenti sesaat, dan dalam keheningan yang menegang, tangannya mengepal perlahan, darah Citra masih menetes, menciptakan jejak merah di tanah yang berguncang.
Di atas mereka, langit pecah sekali lagi, dan dari celah retakannya, cahaya biru dan merah saling bertabrakan, menciptakan pusaran besar di langit—sebuah gerbang yang terbuka, memekik seperti ribuan jiwa yang terperangkap, dan dari sana, satu sosok baru muncul, lebih besar, lebih gelap, dengan mata menyala seperti obor neraka, dan suara yang mengguncang bumi: “Permainan baru telah dimulai… dan kau, Satrio, tak lagi hanya seorang pejuang… kau adalah kunci.”
Hot Chapters