KISAH GLORY : Panglima Perang
“Bagaimana, Brockley? Apa kau siap menjadi seperti ayahmu?”
“Aku tidak akan pernah bisa sama seperti ayahku, Guru. Aku terlalu kerdil jika dibandingkan dengan ayahku. Tapi, aku akan meneladani semua kebaikannya.”
“Aku harap, kau akan menjadi Raja Glory selanjutnya, wahai Pangeran Terbuang.”
Brockley tersenyum tipis. “Terima kasih atas semua ilmunya, Guru.”
Sore harinya, Hudde menyepuh dua pedang milik Brockley. “Aku akan menggabungkan keduanya dan menjadikannya pedang bermata dua. Aku harap pedang ini akan menjadi senjata andalanmu.”