Memar Termanis
sahut Javeline, sahabat sekaligus manajer, yang sedang sibuk memoles kuku.
“Aku… ingin masuk ke J&T Entertainment,” ucap Paula pelan, suaranya hampir tenggelam oleh suara lalu lintas dari luar jendela.
Javeline mendongak, matanya membulat. “Huh? Demi apa?!”
Paula menelan ludah, lalu menatap Javeline dengan tekad di matanya. “Aku ingin mencobanya.”
“Itu sangat sulit, Paula.” Javeline menggeleng sambil menutup botol cat kukunya. “Mereka cuma pilih yang terbaik. Kamu yakin?”
Hot Chapters