SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH
“Terima kasih, Aa. Terima kasih untuk segalanya. Untuk kejutan indah ini, dan untuk cintamu yang begitu besar. Saya beruntung memiliki suami seperti Aa.”
Bastian mengusap lembut kepala Nuri, merasakan cinta yang mengalir hangat di antara mereka. Ia yakin, pernikahan bukan tentang kesempurnaan. Setiap pasangan punya kekurangan, dan tugas mereka adalah saling melengkapi. Ia pun bukan manusia sempurna, punya banyak kekurangan yang selama ini diterima Nuri dengan tulus. Maka, bagaimana mungkin ia tak menerima Nuri apa adanya? Lagi pula, belum dikaruniai anak bukan berarti itu kesalahan Nuri. Mereka belum pernah memeriksakan diri, dan siapa tahu jika justru dirinya yang menjadi penyebabnya.
Hot Chapters