Lelaki Penakluk Nona Muda
Semakin ia mengingat hal-hal yang pernah mereka jalani bersama, semakin lebar senyuman geli menghias wajahnya.
“Ah, sepertinya hidupku memang belum berakhir!” gumam Sonny, mengembuskan napas lega. Lalu, ia memejamkan mata dengan seulas senyuman yang masih bertakhta di wajahnya.
Tuhan memang tak pernah salah menggoreskan pena takdir-Nya. Setiap lara yang menyebabkan seorang hamba berurai air mata, pasti akan menemukan obat penawarnya. Seiring ditemukannya obat penawar itu, luka sedalam apa pun akan sembuh dengan sendirinya, hanya dengan bantuan perputaran sang waktu dan polesan seulas senyuman yang menenangkan hati.
Hot Chapters