DIA AYAHKU
Dia bilang aku boleh mengambil apapun yang aku mau, tanpa memikirkan bagaimana cara membayarnya.
Dulu kami sering berbelanja di toko milik teman Ayah. Bukan butik elite, namun masih dengan kualitas premium. Gedung seukuran tiga buah ruko tiga lantai itu, menjual semua jenis pakaian. Mulai dari pria, wanita, bahkan anak-anak. Tak ketinggalan tas dan juga sepatu. Dan ke sanalah kini tujuan kami.
"Paman belum selesai, Yah?" tanyaku yang belum juga melihatnya.