Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Udah. Mau lihat?”
Ia mengambil papan kayu yang sudah dicat dengan tulisan tangan sederhana. Huruf-hurufnya tidak terlalu rapi, tapi terasa hangat: “Toko Atap yang Sama.” Di bawahnya ada gambar kecil tiga orang berdiri di bawah atap, sambil tersenyum. Aisyah menutup mulutnya, matanya memanas. “Mas… ini kamu yang tulis?” Arga mengangguk. “Tulisannya jelek, tapi maknanya bener.” Raffa mendekat, menatap papan itu lama. “Ayah, itu kayak gambaranku!” Arga mengelus rambut anaknya. “Iya, Nak. Karena toko ini juga buat kamu. Biar nanti kalau kamu besar, kamu inget, kita pernah mulai semuanya dari sini.”
Hot Chapters