Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

"Begini, air taser gun ini di dalamnya ada confetti, jarum berkabel pendek yang jumlahnya nggak cuma satu. Sifat tembakannya agak melebar, bukan fokus kayak tembakan biasa." "Ha?! Confetti? Ini buat perang apa buat pesta tahun baru sih?" "Jangan tanya aku fungsinya apa, aku juga nggak ngerti kenapa. Mungkin sekalian bilang 'surprise' gitu." Randu mengarahkan cara menembak kepada Kendrik dan Gangga. Mereka harus belajar cepat sebelum penyerang datang kembali. Dengan pistol mainan semi premium, mereka berlatih menembak tepat sasaran.
105.1K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Shi mengeluarkan pasak besi di tangan kiri lalu ditusukkan menuju lambung, sedangkan Lonceng Surga memukul dengan loncengnya. Serangan ketiga orang ini jelas tak bisa dianggap remeh. Ketiga-tiganya merupakan orang sakti yang setiap serangannya mampu mendatangkan maut, maka Long Wei tak berani bertindak gegabah. Dia lantas memasang kuda-kuda ilmu Angin Timur Robohkan Gunung yang kokoh kuat. Ketika serangan-serangan itu datang, mulailah ia bergerak.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Anak-anak sudah berada di posisi mereka masing-masing," jawab Leo. Elang menatap keluar jendela, suasana di dermaga malam ini terasa sepi dan hening karena akses menuju ke sana telah ditutup. Kini, hanya suara semilir angin yang bersahutan dengan deburan ombak yang terdengar. Mobil hitam yang mereka tumpangi perlahan berhenti di sisi dermaga. Leo keluar duluan dan membukakan pintu bagi Elang. Keduanya memiliki penampilan layaknya perampok, dengan pakaian serba hitam. Meski hanya Elang yang menutupi wajahnya, keduanya tetap mencolok di kegelapan malam. Tak lama kemudian, di cakrawala tampak sebuah kapal besar mendekati dermaga. Elang dan Leo, dengan mata tajam yang penuh kewaspadaan, mengamat
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam

Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam

Bunyi piring dan gelas beradu bercampur dengan percakapan pelan para tamu penting di sana. Sakti memilih keluar lebih dulu. Topi seragam pramusaji sengaja dia turunkan sedikit menutupi sorot matanya. Langkahnya tetap tenang menyusuri lorong restoran, seolah benar-benar seorang pelayan biasa yang baru selesai bekerja. Namun begitu jaraknya cukup jauh dari ruang VIP, dia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Reno.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 619 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
RETAK

RETAK

Membuat pipi Vitaloka terasa memanas saja. "Sekalian Ummi sama Uwamu sudah berdiskusi mengenai tempat pelaminan dan dekorasi tenda. Kata Julia, mertuamu. Kamu belum memilih, 'kan?" Vitaloka menggeleng pelan. Masih bingung harus memilih yang mana, sedangkan semuanya tampak bagus dan mewah. "Semuanya kelihatan bagus, Ummi. Aku bingung. Tapi, kalo Ummi sama Uwa yang memilihkan tidak masalah. Tinggal diskusi tamu undangan saja."
103.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
Sang Penghancur Langit

Sang Penghancur Langit

"Tunggu! Aku juga ingin ikut!" Seorang pemuda dengan memakai topeng naga berwarna perak masuk ke naik pentas. "Aku terlambat, kompetisi belum berakhir, bukan?" tanya pemuda yang dari tubuhnya berusia dua puluh lima tahunan. "Belum anak muda, tapi kau siapa?" tanya Ki suro "Aku? Aku pendekar naga petir!" jawab pemuda itu. "Hahahaha! Namamu cukup menyeramkan anak muda, aku harap kemampuan yang kau miliki juga menyeramkan!" Ki suro.
9.467.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as topeng rimuru tempest
Show Reviews (13)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
k2pro010
ceritanya bagus, cuma kenapa banyak sekali cerita yang gantung, cerita belum selesai sudah ditinggalkan begitu saja tanpa ada kelanjutannya, malah beralih ke jalan cerita yg lain, jadi mudah ditebak pasti ending nya gantung juga ini
Read All Reviews
Topeng Sang Dokter

Topeng Sang Dokter

Jack masih terus berteriak histeris, “Reli itu wanita murahan! Aku sudah memainkannya berkali-kali, dia bahkan inisiatif menempel padaku! Dasar jalang….” Plak! Pacarku menamparnya dengan keras, “Jack, kalau kamu masih berani bicara sembarangan lagi, jangan salahkan aku kalau bertindak kasar!” Jack malah tertawa sinis, “Robert, kamu sudah diselingkuhi berkali-kali, tapi masih saja membelanya….” Robert melambaikan tangannya, lalu petugas keamanan menyeret Jack keluar dari vila. Pesta pun berlanjut.
5.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 31 Last Episode C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Rey langsung menambah sentuhan akhir dari kejutan ini dengan memasang lampu warna-warni dan beberapa bunga palsu dan asli di samping kanan kiri tarub. Kemungkinan bunga mawar putih dan merah adalah bunga kesukaan Shasa. Hadi juga tak lupa membuat meja layaknya prasmanan dengan hiasan kain penutup yang disesuaikan, yakni putih dan gold.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as topeng rimuru tempest
Read
+Library
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Malam ini aku akan menjadi algojo untuk semua orang yang ada di tempat ini.” Surya Yudha mengangkat tombaknya, tombak yang awalnya hanya memiliki panjang dua depa kini menjadi lebih panjang, seperti tombak pada umumya. Ujung tombak tersebut terbuat dari perak dengan ukiran mahkota matahari. Ketika mata tombak tersebut terkena pantulan obor, kilaunya menyilaukan mata. “Anak muda, jangan macam-macam, ini adalah markas Harimau Besi. Kau tidak bisa berbuat semena-mena di tempat ini.”
928.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as topeng rimuru tempest
Show Reviews (25)
Read
+Library
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Read All Reviews
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status