Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Penguasa Langit

Dendam Penguasa Langit

Ada empat batu penerangan yang diletakkan di empat sudut arena. Salah satu peserta yang diunggulkan melaju ke babak berikutnya di kelompok ini adalah perwakilan dari Klan Song, Kong Jinhai. Pemuda ini adalah rekan Song Quon dari Sekte Pulau Merah yang diakui Patriark Song sebagai cucu angkatnya. Kong Jinhai memiliki basis kultivasi yang sama dengan Song Quon, yakni di alam Kondensasi tingkat delapan. Dia bersama Song Quon yang memiliki basis kultivasi tertinggi yang mengikuti turnamen ini.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

"Begini, air taser gun ini di dalamnya ada confetti, jarum berkabel pendek yang jumlahnya nggak cuma satu. Sifat tembakannya agak melebar, bukan fokus kayak tembakan biasa." "Ha?! Confetti? Ini buat perang apa buat pesta tahun baru sih?" "Jangan tanya aku fungsinya apa, aku juga nggak ngerti kenapa. Mungkin sekalian bilang 'surprise' gitu." Randu mengarahkan cara menembak kepada Kendrik dan Gangga. Mereka harus belajar cepat sebelum penyerang datang kembali. Dengan pistol mainan semi premium, mereka berlatih menembak tepat sasaran.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

[Mas Tarzan lagi apa? Apakah angin menyampaikan salam rindu Ijah padamu?] Ijah, asisten rumah tangga Eliza yang tergila-gila pada Tarjo itupun mengirimi chat. Ia pun mengirim foto pernikahan Eliza dan Mihran itu dan berharap saat Ijah dan Tarjo menikah, akan seperti majikannya.
5.58.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

Shi mengeluarkan pasak besi di tangan kiri lalu ditusukkan menuju lambung, sedangkan Lonceng Surga memukul dengan loncengnya. Serangan ketiga orang ini jelas tak bisa dianggap remeh. Ketiga-tiganya merupakan orang sakti yang setiap serangannya mampu mendatangkan maut, maka Long Wei tak berani bertindak gegabah. Dia lantas memasang kuda-kuda ilmu Angin Timur Robohkan Gunung yang kokoh kuat. Ketika serangan-serangan itu datang, mulailah ia bergerak.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Tak hanya itu, beberapa senjata eksklusif pun terpajang, seperti sapu tangan beracun, payung dengan pisau tersembunyi, dan cincin berisi racun. Elang menatap sejenak koleksi senjatanya, kemudian memutuskan mana yang akan dibawa untuk menyambut tamu yang akan datang. *****
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam

Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam

Bunyi piring dan gelas beradu bercampur dengan percakapan pelan para tamu penting di sana. Sakti memilih keluar lebih dulu. Topi seragam pramusaji sengaja dia turunkan sedikit menutupi sorot matanya. Langkahnya tetap tenang menyusuri lorong restoran, seolah benar-benar seorang pelayan biasa yang baru selesai bekerja. Namun begitu jaraknya cukup jauh dari ruang VIP, dia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Reno.
10754 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Membuat pipi Vitaloka terasa memanas saja. "Sekalian Ummi sama Uwamu sudah berdiskusi mengenai tempat pelaminan dan dekorasi tenda. Kata Julia, mertuamu. Kamu belum memilih, 'kan?" Vitaloka menggeleng pelan. Masih bingung harus memilih yang mana, sedangkan semuanya tampak bagus dan mewah. "Semuanya kelihatan bagus, Ummi. Aku bingung. Tapi, kalo Ummi sama Uwa yang memilihkan tidak masalah. Tinggal diskusi tamu undangan saja."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai topeng rimuru tempest
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status