Mengejar Mentari
Ariandani Rissamenggapai mentarimengejarkasih mu lebih dari mentarimengejar istri
“Aku memikirkannya!Buktinya, aku menemuinya saat ini. Kalau kau sama sekali tidak menganggap kegiatanku ini sebagai bukan kepedulian, terserah. Aku tidak peduli sama sekali.”
“Baiklah,aku terima kehadiranmu. Inisiatifmu dalam memberikan gajinya Sahal aku hargai.’
Wildan menatap Khalid yang kini menunduk di hadapannya,
“Aku harus maklum pada sikapmu. Kau orang besar,orang kaya yang memiliki segalanya. Tapi di mata Allah, harta bukanlah tolok ukur tinggi rendahnya seseorang. Allah meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat dari mereka yang tidak berilmu. Hanya takwa yang membuat manusia unggul di hadapan Allah. Tapi aku rasa,tidak akan ada gunanya untukku membeberkan apapun. Ah su
Hot Chapters