Titip
Sebuah pesan dari Aluna, perempuan berambut emas itu.
"Bisa kita ketemu, Rin?"
"Masalah uang cicilan itu? Aku transfer sebentar lagi. Sibuk nian akhir-akhir ini. Maaf."
“Ok.”
Kuhela napas panjang sekali lagi. Mencoba ikhlas pada setiap keadaan. Allah sudah memudahkan jalanku, membukakan pintu rezeki dari hal yang tadinya tidak terbayangkan sama sekali. Ibarat bisnis auto pilot, aku tidak harus terjun langsung setiap hari. Hanya mengawasi, melihat pencatatan di komputer, dan mengawasi sesekali.
Hot Chapters