Istri Ke-4 Tuan Tanah
Ratih segera membungkuskan jamu dua buah, menyerahkannya ke Prapto, “Ini bukan jamunya, Mas. Hanya untuk pemanasan saja, nanti sore istri Mas Prapto akan haid, untuk membersihkan rahim dulu. Besok, aku jualan ke desa sebelah, baru lusa ke sini lagi, jamu yang Mas Prapto pesan akan kubawakan.”
Prapto terkekeh, merasa aneh dan konyol. Banyak dukun, tabib, bahkan dokter dari kota yang mencoba memberinya keturunan, masak iya dengan Ratih semudah ini? Antara percaya dan tidak, nyatanya Prapto hanya bisa menertawakan dirinya sendiri.
“Berapa?” tanyanya sambil mengeluarkan dompet dari balik celana bagian dalam.
“Untuk perkenalan, 150 ribu. Kalau lusa, satu paket 100 ribu. Karena jamunya 2, jadi 200