Agnia dan Cermin Pecah
Di belakang punggungku, Bang Jali bergumam pada temannya yang baru datang: "Anak ini pendiam, ya. Tapi rajin. Kerja tidak banyak bicara."
Aku tersenyum kecil. Jika kau tahu, Bang Jali. Jika kau tahu siapa yang kau ajak bicara.
Warung kopi milik Mak Yem berada di tikungan Jalan Melati, tepat di batas antara daerah kostku dan wilayah kerja Bang Jali. Warungnya hanya gerobak dorong dengan tenda plastik biru. Tapi setiap pukul empat pagi, tempat itu selalu ramai oleh tukang ojek, buruh pasar, dan pemulung lain yang butuh kafein sebelum matahari terbit.
Bab Populer