Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Aroma kopi menguar lezat ke indera penciuman. "Aroma yang memabukkan. Warung kopi, aku akan datang setelah urusanku selesai ya." Ucapnya menunjuk warung panggung pinggir sawah yang berbahan ijuk dan bambu. Terpaksa dia menunda keinginan minum kopi dan membelokkan motornya ke pinggir bendungan.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 574 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

tanya Grita. "Sama kan saja denganmu." Grita mengangguk, ia berdiri dan menghampiri penjual untuk memesan. Warung kopi ini tidak terlalu ramai, hanya ada Grita, Dodi dan 3 orang lelaki dewasa yang duduk tak jauh darinya. Warung kopi ini terletak di dalam gang, tidak sulit menemukannya karena berada di dekat jalan raya. Lampunya remang-remang, juga hanya terdapat 6 meja dan kursi panjang. Dan kondisinya juga bersih tanpa sampah.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

ujarku sambil mengambil posisi duduk kursi bagian tengah warung itu. "Tunggu sebentar ya Mas." Gadis itu dengan cekatan membuatkan kopi hitam. Mendadak timbul pikiran nakalnya. Sekilas dia melihat Pria itu yang sedang tidak memperhatikannya. Kemudian diam-diam, dia mencampur kopi itu dengan obat kuat. Obat yang dipercaya bereaksi hanya hitungan menit saja. "Ini Kopinya Mas." Gadis itu meletakan secangkir kopi dihadapanku .
9.9209.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

“Aku pulang kalau kamu gak ngaku.” “Iya, iya. Warung kopi. Aku ini penjual minuman. Gak masuk kriteriamu, kan, buat jadi suami?” “Kopipiko,” ucap Tita tanpa merespon kalimat terakhir Gala. “Kok tahu?” “Aku udah curiga aja pas kamu ajak ke Kopipiko dulu. Kamu bilang ownernya Dodi, tapi foto di dinding wajah kamu semua.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
MADried Couple (Indonesia)

MADried Couple (Indonesia)

Ia beranggapan jika buku dan kopi adalah dua hal yang bisa menciptakan suasana romantis yang tak terbantahkan. Kara yang baru selesai mencuci cangkir kopi melongok sejenak ke arah depan lewat celah kecil di dinding yang membatasi area dapur dan barista. Rumi terlihat masih mengobrol ria dengan ‘Om-nya’ yang ternyata bernama Fatur, Pria berumur 40 tahun yang mengaku Duda dengan satu anak.
5.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

tanya Andini sambil matanya menyisir setiap menu yang tersedia. Barista lelaki itu menunjuk sebuah nama menu andalan di kedai kopinya. “Kita punya es kopi susu spesial. Kenapa spesial? Di atasnya akan ditambah dengan whipped cream. Rasanya tidak terlalu manis, namun cukup manis untuk membuat suasana hati kakak lebih baik sesaat setelah meneguknya.” “Kalau kopi hitam, Kakak punya rekomen?” “Kopi luwak, Kak. Saya merekomendasikan kopi luwak untuk pacar Kakak yang ada di dalam mobil.” Barista itu menunjuk Liam yang terlihat sedang menunggu di belakang kemudinya.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali

Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali

Beberapa blok dari terminal, ia menemukan sebuah kedai kopi kecil yang tampak mengundang, dengan papan nama kayu bertuliskan Dime Brew Café. Tempat itu tampak hangat, dengan jendela besar yang dihiasi dekorasi musim gugur — daun-daun maple tiruan bergelantungan di sisi kaca. Catelyn membuka pintu, lonceng kecil di atasnya berdenting lembut. Suasana di dalam nyaman. Wangi kopi segar dan kayu manis memenuhi ruangan. Beberapa pelanggan duduk santai, berbicara dalam bisikan rendah, menikmati siang hari yang lengang.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Di belakang punggungku, Bang Jali bergumam pada temannya yang baru datang: "Anak ini pendiam, ya. Tapi rajin. Kerja tidak banyak bicara." Aku tersenyum kecil. Jika kau tahu, Bang Jali. Jika kau tahu siapa yang kau ajak bicara. Warung kopi milik Mak Yem berada di tikungan Jalan Melati, tepat di batas antara daerah kostku dan wilayah kerja Bang Jali. Warungnya hanya gerobak dorong dengan tenda plastik biru. Tapi setiap pukul empat pagi, tempat itu selalu ramai oleh tukang ojek, buruh pasar, dan pemulung lain yang butuh kafein sebelum matahari terbit.
814 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE 18 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Pria berbaju kaos warna hitam itu sedang duduk di warung angkringan kopi. Ya, Ratan akan menunggu waktu yang tepat untuk memberi satu kejutan. "Apa Bapak kenal sama wanita yang tinggal di kontrakan dekat perumahan elit itu? Namanya Kenes," tanya Ratan sambil meminum kopinya.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Tak lupa, meja kerja Adit akan selalu dipenuhi oleh suguhan kopi, teh manis, hingga pisang goreng yang masih mengepul panas. Hal itu menjadi lelucon tersendiri di antara pemuda desa. Namun, tidak ada yang bisa benar-benar membenci atau cemburu pada Adit. Mengapa? Karena Adit tahu batasan. Ia selalu bersikap ramah namun profesional, tidak pernah merayu, dan tidak pernah memberikan harapan palsu kepada siapa pun.
10593.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.8K kali sebagai tukang warung kopi cantik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status