RUMAHKU ADALAH KAMU
“Aku masih takut, sih. Kali ini aku mau coba lagi, pelan-pelan.”
Arsen menatapnya sejenak, lalu tersenyum hangat. “Pelan-pelan juga nggak apa-apa,” katanya tenang. “Aku di sini, Ai. Kalau sewaktu-waktu kamu mau berhenti, putar arah, atau cuma duduk bengong sambil ngeluh, bilang aja.”
Ia menggenggam tangan Aira, memberinya waktu sebelum melanjutkan. “Percaya dulu sama diri kamu sendiri,” ucapnya pelan. “Soal dunia di luar sana, itu belakangan.”
Sikat na Kabanata