Kontrak Cinta, Luka Nyata
Tulisan tangan Tama menyambutnya, rapi, tetapi sedikit miring, khas seperti dulu ketika ia sering menulis catatan kecil untuk Alya di kulkas apartemen mereka.
"Alya, entah kamu akan membaca ini atau tidak. Entah kamu akan marah, menangis, atau membuangnya begitu saja. Tapi, aku menulis karena tidak ada lagi jalan lain untuk sampai kepadamu."
"Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Hidupku sejak kamu pergi … hampa. Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja, tapi nyatanya aku tidak pernah bisa. Setiap sudut rumah ini masih berbau kamu. Setiap pagi, aku masih mencari bayanganmu."
Hot Chapters