Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Ia menepuk pelan bahu Sadewo sambil melirik dengan takut-takut ke arah Bumi yang sedang serius berdiskusi dengan para pelatih olahraga berkuda.
Tiba-tiba seorang pelatih berjalan ke arah mereka sambil memegang tali kekang seekor kuda. Kuda itu bertubuh tinggi dan gagah, bulunya cokelat kehitaman berkilat diterpa matahari.
"Tinggi amat, Van...," bisik Sadewo, matanya membelalak. Telapak tangannya terasa dingin dan berkeringat.
"Nah, itu satu lagi datang, Wo...," kata Rivan, spontan mundur selangkah lalu bersembunyi di belakang Sadewo. "Ya ampun, sama-sama tinggi, Wo."
Hot Chapters