TUKAR RANJANG
sela Danu sembari memasang wajah masam.
“Lo boleh dateng juga, kok,” ujar Adam.
“Sama bini?”
“Iya.”
“Sama si kembar juga, ya.”
“Boleh.”
“Sama mertua, sepupu, tetangga, kang nasi uduk pinggir ja—”
Pletak!
“Nggak usah kelewatan!” Adam memukul belakang kepala Danu seraya memasang wajah ketus.
“Hehe ... becanda, Dam.” Danu cengengesan.