Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Salah Tetangga

Salah Tetangga

“Loh, Ibu siapa? Bukannya ini tempat tinggal Bu Sulis?” “Sulis? Siapa dia? Ini tempat tinggal saya.” Mendengar pengakuan wanita paruh baya itu, ketiga pemuda itupun mulai jengkel. Dia mengira kalau ibu-ibu paruh baya itu telah merebut tempat tinggal Bu Sulis. Tak terima dituduh seperti itu, pemulung itupun menjawab: “Enak saja, saya dibilang peramp4s. Saya sudah lama tinggal di sini. Sudah dua tahun lebih.”
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as tumpangan
Read
+Library
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

tanya Shella, saat mobil mulai melambat di depan sebuah gang. "Bukan, yang di ujung sana, yang dindingnya masih pakai bambu," jawabku, dengan perasaan yang mulai tidak enak. Bangunan semi permanen berdinding anyaman bambu itu, rupanya sudah dikuasai sepihak, oleh sang paman atau Pakde. Aku tertegun sejenak, melihat kondisi teras rumah yang kotor, dipenuhi oleh tumpukan karung-karung pupuk yang berbau menyengat.
9.31.2M viewsCompletedAdded to Library 48.0K Times as tumpangan
Show Reviews (59)
Read
+Library
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yang menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar btw bagus ceritanya toor...🫶🏻🫶🏻 keren!!🫰🏻
Read All Reviews
7 Hari Setelah Ibu Pergi

7 Hari Setelah Ibu Pergi

"Innalillahi, sakit apa?" "Gak sakit." "Lah terus?" "Senasib sama aku lah." "Diteror juga?" "Iya." "Pantesan, seminggu ditinggal ini perumahan udah kaya kompleks tanpa penghuni. Sepi bener." "Banyak yang ngungsi sementara,Kak. Males ketemu zombie-zombie perumahan." "Zombie apaan?" "Itu yang kakak liat semalem. Aku, Ega sama Reyhan nyebutnya Zombie."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as tumpangan
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as tumpangan
Read
+Library
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

tanya Shadam yang sudah menghabiskan satu kue berukuran cukup besar itu. "Kata papa, temennya yang bekerjasama sama papa. Shadam tahu nggak siapa yang dimaksud sama papa Jung?" Dari Daejung Amanda tidak mendapat jawaban maka dia berharap kalau Shadam bisa memberikanya jawaban itu. "Maksud Mami ... oom baik hati itu. Apa bener oom itu yang mau datang, Mi?"
104.8K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as tumpangan
Read
+Library
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

tegur polos assisten itu tanpa beban, karena memang hubungan assisten dan majikan di rumah ini dianggap seperti keluarga. Nilam mengerut dahi melihat yang dilakukan tangannya. Wortel belum dibersihkan dipotong tanpa bentuk. Besar, miring.“MasyaAllah, kok aku enggak sadar si, Bik?” heran melihat hasil kerjanya sendiri. “Non Nilam banyak melamun. Awas loh jari, itu piso tajam bang-“ “Aagh!” Belum selesai ucapan Bik Nung jari Nilam tersayat dalam. Darah segera mengucur ke talenan membasahi potongan wortel tak karuan bentuknya tersebut.
1027.6K viewsCompletedAdded to Library 745 Times as tumpangan
Read
+Library
TUKAR RANJANG

TUKAR RANJANG

sela Danu sembari memasang wajah masam. “Lo boleh dateng juga, kok,” ujar Adam. “Sama bini?” “Iya.” “Sama si kembar juga, ya.” “Boleh.” “Sama mertua, sepupu, tetangga, kang nasi uduk pinggir ja—” Pletak! “Nggak usah kelewatan!” Adam memukul belakang kepala Danu seraya memasang wajah ketus. “Hehe ... becanda, Dam.” Danu cengengesan.
1023.0K viewsCompletedAdded to Library 781 Times as tumpangan
Read
+Library
Arya Tumanggala

Arya Tumanggala

Orang gemuk itu dikenal sebagai pelanggan yang sering mendatangi kajaliran di Penginapan Jatiwangi. "Apakah pemuda asing ini telah mengganggu kesenanganmu, Kramapala?" tanya Ki Juru Jalir sembari pandangi Tumanggala. Si gemuk Kramapala mengangguk cepat. "Ya, begitulah kira-kira, Ki," sahutnya. Tumanggala tak mau diam saja. Sang prajurit melangkah mendekati kedua orang tersebut seraya berkata, "Tunggu, biar aku luruskan dulu ...."
9.933.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tumpangan
Show Reviews (36)
Read
+Library
Artha Trishna
Wow, ini mutiara terpendam di GoodNovel. Sejauh ini satu-satunya cerita silat berlatar sejarah yang informasinya valid, enggak ngawur. Baca ini nambah pengetahuan sejarah. Nama-nama tokoh, juga bahasa dan istilah yang digunakan, semuanya pas sesuai dengan zaman yang diceritakan. Mantap, salut!
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Read All Reviews
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

Mungkin teman Byan. "Oh Tetangga, kirain Jungkook apa Taehyung. Atau melipir sedikit, Pangeran Arab atau Jutawan Dubai." "Hahaha, ups!" Tata menutup mulut. Takut tawanya yang kencang menarik perhatian orang lain. Bening sendiri melanjutkan makan. "Kalian gak bareng? Biasanya bareng." "Kan aku sama kamu, boncengan. Kalau aku sama tetangga berangkat bareng, kamu sama siapa? Katanya motormu dipakai adekmu."
1017.9K viewsOngoingAdded to Library 392 Times as tumpangan
Read
+Library
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Permisi Ukhti, mau ambil helm dulu.” “Silakan Bang.” Beberapa orang akhwat menepi, memberi jalan pada Marco. Di dekat lemari, ada meja, dan tampah berisi tumpeng besar terletak di atas meja. Seorang akhwat sedang menghias tumpeng itu. Saking asyiknya, dia tidak melihat ataupun mendengar suara Marco. “Hiasan tumpengnya kayak gini sudah cukup kan, Say?” Akhwat itu bicara tanpa menoleh, mengira orang yang berdiri di belakangnya adalah rekannya sesama akhwat.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as tumpangan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status