Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

usirnya dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah gerbang masuk TPU. "Sayang, bagaimana pun Kenneth saudara satu-satunya Samuel. Dia berhak..." "Tutup mulutmu! aku tidak sudi anak haram ini menyentuh pusaran putraku. Meskipun dia putra biologis mu tapi dia anak hasil hubungan gelap dengan wanita penggoda itu. Pergi dari sini!" tolaknya sambil berteriak lagi mengusir Kenneth. "Tapi, Kenneth tidak bisa meninggalkan negara ini. Samuel memintanya menggantikannya menjadi suami Valery dan mereka sudah..." terang Hendrik membuat Diana membulatkan matanya.
10441 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as túrin turambar
Read
+Library
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

“Lalu saya harus …?” “Panggil aku Zhuolong.” Ia berhenti sejenak. “Atau, pelayan Yen.” “Apakah ini benar-benar perlu?” tanya Lin Thong sambil mengepalkan tangan di setir. “Untuk membunuh seekor ular,” jawab Zhuolong tenang. “Kita harus masuk ke dalam sarang.” kemudian menatap lurus ke depan. Dalam tatapan mata tidak ada keraguan. “Dan kali ini …, aku tidak akan keluar sebelum semua selesai.”
504 viewsOn holdAdded to Library 10 Times as túrin turambar
Read
+Library
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Cuaca saat itu berubah aneh, Pak Umar yang hendak pulang seolah tertahan oleh mendung dan angin yang bertiup kencang, tetapi ia berusaha untuk tidak menghiraukannya. Saat tiba di kebun bambu, tiba-tiba batang bambu berjatuhan menghujam tanah. Ujung-ujungnya seakan telah diruncingkan. "Ada apa ini?" tanya Pak Umar berbicara sendiri. Setiap kali ia akan melangkah, batang-batang bambu kembali berjatuhan dan langsung tertancap di permukaan tanah. Berkali-kali ia mengucapkan istigfar dan berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as túrin turambar
Read
+Library
Gantari

Gantari

Tinggal beberapa meter aku bisa meraihnya. Saat aku ingin menggapainya sebuah tali menjeratku dan menyeretku menjauh dari cahaya itu. "Kamu mau ke mana, Gantari? Di sini rumahmu!” Kepalaku mendongak untuk melihat siapa yang menyeretku sembari terus tertawa melengking. Astaga, bukankah itu Budhe Lasmi. Rupanya tali yang menjerat kakiku terhubung dengan langsung dengan tali yang melilit lehernya
1.5K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as túrin turambar
Read
+Library
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Seorang pria tua terjatuh, muntah darah, terkapar di lantai. Tubuhnya gemetar dan nyawanya nyaris terlepas karena kiriman yang ia terima berbalik menyerang dirinya. Dia adalah seorang dukun berpakaian serba hitam dengan satu mata yang buta, dan di ruangannya penuh dengan barang-barang mistis yang menakutkan.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as túrin turambar
Read
+Library
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Namun, rasa marah dan kecewa yang muncul saat tertipu, membuat rasa sakit itu hilang seketika. Fredy mulai menyerang. Aku berhasil menghindar dan menendang pahanya hingga dia kembali terjatuh. Kutarik koper itu karena tak rela dia mengambilnya. Dengan terseok-seok aku melangkah meningalkan tempat itu.karena kulihat Fredy sudah tak berdaya. Dulu dia begitu kuat dan tangguh. Mungkin narkoba telah menggerogoti fisiknya sehingga sekarang mulai melemah.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as túrin turambar
Read
+Library
Shamans

Shamans

Tentu saja Tobias yang membawanya, bukan berjalan sendiri. Tobias yang terkejut, beberapa kali dengan cerobohnya menjatuhkan berbagai benda. Membuat Miss Lee geram dan mengambil alihnya sendiri. Wanita berusia senja itu mulai mengenakan baju ritualnya sambil memerintahkan Tobias menggelar karpet bertuliskan kutukan di atas meja kayu yang biasanya digunakan untuk menjamu tamu. Karpet itu akan digunakannya untuk menangkal kutukan yang sepertinya mulai menyakiti Mr. Kim. Shaman tua itu sebenarnya bukan shaman kuat, tapi kemampuannya menilai benda-benda kuno yang memiliki roh kuat sangat hebat. Jadi ia memiliki begitu banyak barang kuno yang mampu meningkatkan kemampuannya. Salah satunya karpet
102.9K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as túrin turambar
Read
+Library
Prabu

Prabu

Berkali-kali Prabu menggosokkan kedua matanya. “Tidak mungkin! Ini bohong kan?” tanyanya heran. Pupilnya bergetar. Pandangannya tidak bisa teralihkan dari sosok pria yang ia panggil paman. 'Paman itu sedang terluka, tapi bagaimana bisa ia masih bergerak dengan gesit dan lincah seperti itu? Dia bahkan sudah menumbangkan beberapa orang sekaligus.’ 'Dia menggunakan tubuh orang lain sebagai tameng dan menyerang balik dengan sangat cepat di titik vital mereka.’
1.9K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as túrin turambar
Read
+Library
Pangeran Terkutuk

Pangeran Terkutuk

Benang merah yang membuat putra sulungnya terkurung dalam suatu lingkar kutukan. Tepatnya pukul dua belas malam, ketika angin sedang berhembus di titik paling kencang. Sesuatu pun mendadak berubah, udara yang semula dingin kini terasa semakin menghangat secara perlahan dan kemudian sampai pada titik tertinggi. Tubuh Edmund perlahan mengeluarkan percikan api—yang selanjutnya membakar keseluruhan kastil.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as túrin turambar
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

Tuan Muricio menghampiri Nerissa yang sudah lebih dulu duduk di sofa. “Apa alasan Tuan melarang Alarick mengikuti turnamen?” tanya Nerissa. Netranya memandan tuan Mauricio takut. Walaupun sudah sering bertemu, tetap saja dia merasa segan pada pria paruh baya di hadapannya ini. “Aku tak ingin dia terluka. Kau tahu dengan jelas dia satu-satunya anak yang aku punya.” Raut khawatir terpatri jelas di wajah tuan Mauricio.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as túrin turambar
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status