Dosa dalam Cinta
Tanah yang basah bergetar pelan, seolah bumi sendiri menggeliat di bawah beban kutukan yang menuntut ditumpahkan.
Di dalam rumah itu, suara liontin retak berdetak kencang, dentuman samar namun terasa hingga ke sumsum, menciptakan irama seperti jantung yang menolak mati. Setiap denyutannya seperti palu kecil yang menghantam dada, mengingatkan bahwa ada sesuatu yang hidup, terperangkap, menunggu untuk dilepaskan. Anak itu—Ananta—masih duduk membeku, tubuhnya terbungkus bayangan yang bergerak-gerak, menari di dinding seperti lidah api yang lapar. Suara-suara bisikan semakin keras, bergemuruh di udara, bercampur dengan isak tangis, tawa retak, dan raungan luka yang tak pernah sembuh.
Hot Chapters