Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

Bab 16 Mulai Menduga-duga Kudengar suara Ibu terengah-engah berlomba-lomba dengan tarikan napas yang cepat. Barangkali jantungnya itu berdegup di angka 160 per menit, jauh di atas normal.
9.729.9K viewsOngoingAdded to Library 985 Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Tubuhnya mulai berpendar lembut — bukan cahaya, tapi getaran ritmis kayak detak jantung yang diperbesar. > DUM—dum—dum. Getaran itu makin kuat. Penjaga-penjaga mesin mendadak berhenti gerak, sistem mereka error. --- Liora paham seketika. “Dia pakai denyut jantungnya buat ganggu frekuensi mesin!” “Gila,” Gerry ngeludah darah. “Jadi manusia ajaib sekarang?” Bara akhirnya buka mata.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Istri Antagonis sang Presdir!

Istri Antagonis sang Presdir!

Menyatu di dalam tubuhnya. "Apa yang harus aku lakukan?" tanya Denita semakin panik. Dia mengacak-acak rambutnya untuk menyalurkan rasa frustrasi yang dia rasakan. "Apa yang harus aku lakukan?" tanya Denita lagi. Tok tok tok "Babe, kamu kok lama banget di kamar mandi?" Suara ketukan di pintu menbuat Denita sedikit terhenyak. Bahunya melompat pelan dan testpack yang ada di tangannya jatuh ke lantai.
1032.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

Yoga tidak menjawab langsung. Sudut bibirnya terangkat, memperlihatkan senyum penuh misteri. Entah mengapa... Meta tiba-tiba merasa tidak enak. Jantungnya berdegup tak beraturan. Dan pada saat itulah... "BUK! BUK! BUK!" Tiba-tiba, terdengar suara berat menghentak bumi. Getaran hebat mengguncang tanah.
1044.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
OM CEO, I LOVE YOU!

OM CEO, I LOVE YOU!

Elvin memutar-mutar stik tersebut mencari posisi yang tepat, hingga akhirnya ia berhenti pada sebuah titik kecil yang berdenyut pelan. Deg... deg... deg... Suara detak jantung yang sangat halus namun berirama memenuhi ruangan sunyi itu. Lala menatap layar itu dengan mata membelalak. "Bub... itu apa? Ada yang bergerak di dalam perut Lala?" tanya Lala dengan suara bergetar.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 310 Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Dan di tikungan ketiga dari rumah sakit— Liontin berdenyut. Satu kali. Keras. Bukan denyutan biasa. Denyutan yang memiliki karakter yang sudah Wandra kenali dengan sangat baik sekarang—karakter yang berbeda dari denyutan peringatan, berbeda dari denyutan instruksi, berbeda dari denyutan efek samping yang tidak terkontrol. Denyutan yang mengatakan: *ada sesuatu. Di depan. Sekarang.*
938.6K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

ucapnya pelan, suaranya terdengar penuh keraguan. Aini semakin mengamati wajah Deni dengan cermat, mencoba menebak apa yang akan dikatakannya. "Apa, Deni? Dina sakit?" tanyanya, nadanya berubah menjadi sedikit khawatir. "Itu Bun." "Itu...itu...apa ? Katakan Deni !!" Kata bundanya, Aini dengan tidak sabar.
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Dirty Office

Dirty Office

Aroma antiseptik yang tipis bercampur dengan parfum maskulin Keenan yang dominan. ​Keenan berdiri di samping ranjang periksa, tangannya tidak sedetik pun melepas genggaman tangan Aruna. Matanya yang biasanya tajam dan mengintimidasi kini melunak saat menatap layar monitor USG. Di sana, sebuah titik kecil tampak berdenyut ritmis. ​"Lihat itu, Sayang. Itu jantung jagoan kita," bisik Keenan. Suaranya serak, penuh dengan kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan.
1036.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Pulang Ka Bako

Pulang Ka Bako

Apa ada lagi yang kurang? Susah payah mengendalikan detak jantungnya, berimbas pada sikap Dinda. Semenjak kuda yang mereka tunggangi mulai memasuki jalan setapak di antara perkebunan teh, Dinda tak lagi berceloteh. Dia sibuk dengan buncahan rasa hangat yang menari-nari di perutnya. Sama seperti jantungnya, seperti ada benda-benda yang berlompatan membuat aliran darahnya menjadi tak teratur. Seolah darahnya mendadak naik ke wajah. Sehingga, entah beberapa kali Dinda menekan-nekan wajahnya dengan kedua telapak tangan yang dingin untuk meredakan rasa panas di pipi.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Tanah yang basah bergetar pelan, seolah bumi sendiri menggeliat di bawah beban kutukan yang menuntut ditumpahkan. Di dalam rumah itu, suara liontin retak berdetak kencang, dentuman samar namun terasa hingga ke sumsum, menciptakan irama seperti jantung yang menolak mati. Setiap denyutannya seperti palu kecil yang menghantam dada, mengingatkan bahwa ada sesuatu yang hidup, terperangkap, menunggu untuk dilepaskan. Anak itu—Ananta—masih duduk membeku, tubuhnya terbungkus bayangan yang bergerak-gerak, menari di dinding seperti lidah api yang lapar. Suara-suara bisikan semakin keras, bergemuruh di udara, bercampur dengan isak tangis, tawa retak, dan raungan luka yang tak pernah sembuh.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as ubun-ubun berdenyut
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status