Catatan Hati Sang Istri (Bukan Aku yang Mandul Mas)
Ibu menasehatiku dengan beruraian air mata.
Aku pun tak kuasa menahan air mataku, kini giliran Ayah yang mendekatiku, dengan kursi rodanya. Aku berlutut di hadapan Ayah, agar posisiku sejajar.
"Bunga sayangku. Putri yang sangat berbakti pada orang tua, maafkan Ayahmu ini nak, jika sedari Bunga kecil, hingga sampai menikah, Ayah belum bisa membahagiakanmu, malah Ayah sering menyusahkanmu. Ayah hanya bisa mendo'akan semoga di pernikahan ini, kamu dapatkan kebahagia'an yang sejati. Tetaplah jadi Bunga yang rendah hati." Ayah menyampaikan isi hatinya dengan sesekali mengusap air mata yang jatuh, walau pun sudah berusaha beliau tahan.
Capítulos em Alta