Aku Istri yang Tidak Dianggap
“Kamu terlihat tidak nyaman dengan kehadiranku? Kalau iya, aku bisa pindah meja,”
“Tidak, saya tidak keberatan, lanjutkan saja!”
“Terima kasih. Oh, ya, selamat atas pernikahanmu dan Adriyan kemarin, ya. Semoga kalian menjadi pasangan yang bahagia selamanya,” entah mengapa, ucapan selamat darinya, justru terdengar seperti alarm peringatan untuk ku. Ada apa dengan feelingku?
“Terima kasih,” sahutku sekenanya, kemudian fokus pada minumanku.