Suamiku Jadul
ratap ibuku.
Dua abang dan orang tuaku memandangku dengan tatapan tajam, aku merasa seperti terdakwa saja.
"Melamar itu bukan permainan, Ayu, bukan begitu caranya, kita bicara dulu dengan orang tuanya, penjajakan dulu, kenali dulu calonnya, baru terima lamaran ini bahkan dia orang mana pun kau gak tau," kata Ayah.
"Katanya dia dari desa, Ayah,"
Sikat na Kabanata