Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kontrasepsi di Kamar Adikku

Kontrasepsi di Kamar Adikku

Dia menggantung kalimat. “Mau apa?” Aku menyipitkan mata. “Melamar Mbak Efita.” “Jangan bercanda, Mbak. Nggak lucu!” “Serius, Mbak. Tolong terima lamaran Abang aku ya, Mbak. Aku jamin dia laki-laki setia dan nggak akan menyakiti ataupun mengkhianati Mbak Efita.”
1085.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG KUCAMPAKKAN TERNYATA WANITA SUKSES

ISTRI YANG KUCAMPAKKAN TERNYATA WANITA SUKSES

perintah lelaki asing ini dan aku segera berjalan masuk ke dalam setelah mengucap terima kasih. Terlihat ada seorang lelaki yang menghadap kebelakang dan tengah membaca koran, aku dengan sopan langsung menyapa. "Assalamualaikum, Pak. Saya Dira Anggraeni, berniat ingin melamar pekerjaan di perusahaan ini," ucapku sopan. "Silahkan duduk dan simpan berkasnya," sahutnya. Aku segera menyimpan berkas map lamaran di atas meja kerjanya dan setelah itu aku langsung duduk. Lelaki itu lantas membalikan badan dan menatapku.
9.5137.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Undangan

Undangan

Antusiasme para pegawai membuat Sya semangat dalam bekerja, sementara Luis terus menerus memperingatkan Sya agar tidak terlalu letih yang bisa membuat kepalanya sakit. “Hei, hei... seneng banget habis nonton stand up comedy”, ucap Luis ketika masuk ruangan Sya tanpa ketuk pintu. “Nyelonongan aja lu! Yaiyalah, kita mesti senang biar kerja kita maksimal...”, terang Sya. “Bodo amatlah, biar cepet! Oh jadi ini siasat lu untuk mempush kinerja karyawan? Eh btw nih ada undangan nikahan dari pak Hendra”, kata Luis sembari menyodorkan kartu pada Sya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

Itulah yang aku pahami dari sini. “Ciye, yang sudah dilamar senyam-senyum,” ucapku menggoda Dinda. Ia yang tengah duduk di sofa tamu hanya meringis memamerkan deretan giginya. “Ternyata rasanya sebahagia ini ya, Mbak, dapat lamaran.” Aku terkekeh. “Kenapa? Pengen dilamar laki-laki lain lagi?” tanyaku. Dengan cepat ia menggeleng, “Ya janganlah, Mbak. Cukup Mas Raffa, dan tak akan berganti. Until Jannah,” ucapnya dengan terkekeh.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Semi formal, seadanya, tapi cukup pantas untuk wawancara kerja. Tangan Gladys merapikan kerah kemejanya, menarik napas panjang, lalu membenahi helaian rambut yang tak juga mau diam. Ia mencoba tersenyum pada bayangan dirinya, walau cermin itu hanya menangkap setengah wajahnya dengan samar. Hari ini, ia akan melamar pekerjaan—sebuah harapan yang ia temukan setelah berhari-hari menjelajahi lowongan di internet, menyaring satu per satu, sampai akhirnya menemukan yang cocok.
1052.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Tunangan Naif Pewaris Bengis

Tunangan Naif Pewaris Bengis

ucap Elvan sopan disertai jantung yang berdebar. Seorang pria paruh baya di hadapan lelaki itu tersenyum tipis. "Selamat pagi, Elvan. Saya menghargai hasrat dan semangatmu, namun saat ini kami tidak dapat memberikan kesempatan kepada Anda. Kami membutuhkan karyawan dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi untuk posisi ini."
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali

Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali

“Aku? Di ADG? Aku bahkan tidak yakin mereka akan melirik lamaran dariku.” “Bukankah katamu, kau dan aku senasib?” “Eh?” “Aku selalu pakai jurus nekad. Urusan lain, belakangan. Kesempatan ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Bukankah begitu?” Pria tampan itu menyeringai. “Buatlah resume yang memukau, dan aku yakin mereka akan menerimamu tanpa ragu.” Catelyn terdiam beberapa detik. “Entahlah Ethan, aku―”
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
My Sugar Daddy is a Monster

My Sugar Daddy is a Monster

Aku tersenyum mengelus pipinya. Dia masih memandangku dengan ekspresinya yang lucu. "Ngapain nih?" Tanyaku mengalihkan perhatiannya dan segera pindah duduk disampingnya. “Ini Kak. Kan udah mau On The Job Training gitu. Jadi aku lagi bikin surat lamaran ke perusahaan.” Ucapnya memperlihatkan tampilan layarnya. "Oh. Loh? Inikan kafenya Dad. Iya kan?"
10139.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Istri Bayaran Sang Opa Menawan

Istri Bayaran Sang Opa Menawan

Itu sih gampang, apalagi gak ada kriteria harus cantik, aku pasti kepilih ini. [Selamat sore, Kakek, perkenalkan saya Lolyta, 19 tahun, mau melamar lowongan jadi istri Kakek. Syaratnya akan saya lengkapi besok. Jadi ke mana saya harus membawa persyaratannya itu?]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Menyesal Usai Bercerai

Menyesal Usai Bercerai

ucap Dinda sembari melangkah mendekat kearahku yang tengah sibuk mempersiapkan berkas untuk lamaran kerja. Aku tersenyum. "Iya, doain Mbak ya semoga segera dapat kerjaan," jawabku sembari minta di doakan. "Iya, Memangnya Mbak Nilam mau ngelamar kerja apa?" tanya Dinda antusias. "Belum tahu pasti, Din. Mbak coba masukin-masukin aja lamarannya. Semoga saja ada yang cocok dan sesuai dengan, Mbak."
8.465.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai ucapan untuk orang lamaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status