Koma
Tentu sajalah kan ada Oja, gimana sih, aku ini.
Tapi sepertinya bukan hanya itu saja karena Gina mulai berdiri dan meninggalkan kami berdua. Berdua.
Aku hanya bisa menghela napas lemas, kemudian memutar bola malas dan mengadahkan tangan kearah Oja.
"Mana jatah gue."
"Gue kesini mau putus," tukas Oja.
"What? Enggak enggak enggak, Enggak bisa," tolakku bagaimana bisa tiba-tiba dia minta putus, aku kan, belum puas mlorotin.
Bab Populer