Pendekar Bukit Meratus
Matanya kini makin tajam, seakan ingin jenguk isi hati wanita bercadar ini.
“Hmmm kenapa? Dia kan cantik, tubuhnya bagus, ahli silat hebat lagi, kurang apa? Lagian kamu bilang ingin jadikan dia istri…?” desak si cadar ini, hingga makin ‘ngaco’ saja pikir Pendekar Mabuk.
“Huhh kamu tau apa soal hatiku,” dengus Pendekar Mabuk kurang senang, karena soal pribadinya di tanya-tanya orang aneh ini.