Partner In Crime
jawabku, lirih.
“Sudah cukup perjuanganku, kini tinggal kamu yang mengembalikan kejayaan Cincin Hitam seperti dahulu,” sambungku, kupejamkan mata sembari menikmati hembusan angin yang menyegarkan.
Violet masih terdiam, ia memandangku dalam-dalam dengan kedua mata yang tercengang. Tangannya melepaskan gelas yang ia genggam hingga terjatuh dan pecah berkeping-keping di lantai.