Suamiku Main Api
Sakit tapi tak berdarah.
Aku hanya diam mendengarkan kata-kata Papah. Aku tidak menyangkal ucapannya sedikitpun. Dari dekat kulihat mata Papah menjadi sendu, bibirnya ingin mengucapkan sesuatu.
"Hanya satu, Nak! Permintaan Papah, Lanjutkan perusahaan kami dengan baik, Papah percaya dengan Ardi, tapi papah akan lebih senang kalau anak Papah sendiri yang mengurusnya. Andai sewaktu-waktu Arman tidak baik padamu! Kamu bisa bahagia tanpanya. Laki-laki itu Nak, tidak akan kamu ketahui sifatnya kedepan, bisa jadi dia baik padamu sekarang! Tapi bisa jadi juga dia menyakitimu! kecuali dia benar-benar setia dan menerima kamu apa adanya! Kamu juga harus punya simpanan untuk masa depan kamu, Nak!"
Hot Chapters