Pernikahan yang Membingungkan
Perlahan dia baca kertas yang tertera tulisan indah Chava disana.
“Hai, Abang. Pertama – pertama, aku minta maaf karena aku pergi tanpa pamitan sama kamu. Abang, kebohongan kamu, jujur saja buat aku sangat sakit. Aku berusaha memaklumi alasan kamu berbohong, namun tetap aja aku enggak bisa,
“Setelah aku tahu semua kebohongan kamu, aku semakin sadar diri, bahwa kamu enggak akan pernah cinta sama aku. Kamu akan terus menyayangi aku sebagai adik, bukan istri —”
인기 회차