Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
UNACCEPTED

UNACCEPTED

sahut Miko. “Gak mau. Maunya sama Regar,” Regar memalingkan wajahnya malas, “murahan,” jawab Regar spontan dengan nada meremehkan. Cowok itu sedang menahan amarahnya saat ini. Ia berusaha untuk tidak membentak Nessa walaupun ia tahu kata – katanya barusan sangat tajam. Mata Nessa membulat. Ia terkejut mendengar respon Regar. Nessa tidak menyangka Regar akan berkata sekasar itu padanya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
DEATH

DEATH

“Itu sangat cocok dengan gaya kamu bertarung. Kamu itu tidak cocok untuk melakukan rampalan yang rumit karena itu kamu tidak pernah bisa melakukan sihir serangan. Bisa dibilang kamu agak sedikit bodoh.” Blade of hell sangatlah keras karena itu tidak akan hancur meski berbenturan dengan senjata yang lebih besar darinya. Blade of hell hanyalah item biasa, tapi ia memiliki keunggulannya sendiri yaitu Blade of hell sangat keras dan pasif nya yang bisa menyerap mana musuh.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

"Emm... Gimana ya, selama aku berteman dengannya dia selalu fine-fine aja jalanin hubungan bahkan cukup lama. Bukan seperti ABG labil yang seminggu, sebulan putus. Mantannya ada 5 termasuk Lisa sekarang terhitung dari zaman dia kelas 10 SMK" Mba Una sudah cengar cengir di tempatnya merasa tersipu mendengar cerita Reza tentang atasannya. Kalau sudah begini tidak ada cela untuk Devan dan akan menjadi kabar baik para karyawati yang ingin bertindak lebih jauh, keberanian memang diperlukan namanga juga soal perjuangan cinta. Menyebrangi laut pun dikerjakan -ini berlebihan. "Aku- aku minta maaf atas perilakuku yang buruk van. Aku merenung beberapa bulan ini dan akhirnya aku sadar aku susah melupak
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Ayah terjebak dalam kesedihan karena kehilangan Ibu, dia sulit menerima kenyataan itu. Sejak saat itu, dia sangat membenciku. Dan aku tetap menjaga rahasia Ibu, tidak ingin Ayah mengetahuinya. Aku pikir seiring berjalannya waktu, Ayah akan memaafkanku. Namun, ternyata, dia begitu membenciku sampai berharap aku mati. Kini, harapannya sudah terwujud. "Kak Teddy, Kakak sudah pergi begitu lama, kenapa kamu masih tidak bisa melupakannya? Tsunami itu bukan sesuatu yang bisa diprediksi oleh Yolanda!"
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya Speranza. Caiden mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia melepaskan cengkramannya dari dagu Speranza. "TIDAK AKAN PERNAH!!" bentak Caiden membuat Speranza memejamkan matanya. Speranza berdiri menghadap Caiden. "Kalau begitu bersiaplah menerima perubahan karena dunia penuh dengan perubahan," kata Speranza dan berjalan menuju kamarnya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
UNSTABLE RELATE

UNSTABLE RELATE

"Mas ada di apartemenmu. Bersenang-senanglah sayangku. Mas nggak marah kok." Isi pesan yang dikirim Mas Gunawan membuatku terheran-heran. Kenapa Mas Gunawan tidak memarahiku? Apa dia sedang dirasuki oleh jiwa manusia yang memiliki kesabaran tingkat dewa? Baru kali ini aku melihat Mas Gunawan bersikap seperti ini padaku. Karena aku dekat dengan pria selain Mas Gunawan hanya Stefan saja. Sebelumnya aku tidak pernah dekat dengan pria manapun selain Mas Gunawan, dapat dikatakan jika cinta pertamaku adalah Mas Gunawan. Namun, isi pesan dari Mas Gunawan sedikit membuatku tersenyum lega. Setidaknya aku mengetahui bahwa dirinya tidak marah padaku atau merasa dikhianati.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Alexander menjadi gila setelah kehancuran keluarganya. Dia membunuh Elisa saat wanita itu mencoba kabur dengan sisa uang yang ada. Lalu, ketika musuh-musuhnya akhirnya mengepungnya, dia memilih berhenti melawan. Mereka bilang, dengan nafas terakhirnya, dia terus berbisik satu hal, "Maafkan aku, Nak" Tapi semua itu tak lagi berarti. Semua sudah berakhir. Seekor anak anjing golden retriever kecil yang kurawat beberapa hari lalu berlari mendekat.
56.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

"Bangun! Jika kau jatuh dalam pertarungan nyata, kau akan mati." Rangga mengepalkan tangannya dan bangkit lagi. Latihan terus berlanjut. Ia dipukul, ditendang, dan dijatuhkan berkali-kali, tetapi ia tidak menyerah. Setiap kali jatuh, ia bangkit lagi. Setiap serangan yang ia terima, ia pelajari kelemahannya. Saat matahari mulai terbenam, tubuh Rangga penuh dengan luka dan lebam. Tapi ada sesuatu di matanya bukan rasa takut, melainkan tekad.
886 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status