Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HURT

HURT

“Tidak.” “Ayolah, kita kan teman. Ya, ya?” Eun Jung merayu. “Bisnis tetap bisnis. Tidak memandang teman atau keluarga. Lagi pula, kau telah membuatku menggambar apa yang tidak ingin aku gambar. Jadi tidak ada diskon. Titik.” Terdengar desahan napas berat Eun Jung. “Baiklah,” putusnya dengan nada suara tak rela.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

Anna mengangguk. "Maaf Rev...aku sudah melakukan semua cara yang aku punya, tetapi Brandon, dia bersih keras tak ingin membatalkan perjodohan tersebut, dengan alasan jika dirinya tak akan mendapatkan apapun melainkan kepergianku setelah semua ini selesai," ujar Anna. Reva menghela napas. "Heuh, dasar CEO keras kepala itu ya! Sudah kuduga dia tak akan semudah itu melepaskanmu Ann," ujar Reva kesal.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Lebih tepatnya, Vitaloka tidak ingin bergantung pada keluarganya. Dia juga benci tatapan iba dari keluarga besarnya. Padahal yang dia butuhkan itu bahu untuk bersandar, bukan malah ucapan menguatkan ataupun tatapan iba dari semua orang. Terlebih lagi cibiran dari tetangga, membuat hatinya panas saja. Vitaloka salah satu orang yang sering kali overthinking dengan ucapan orang lain. Bahkan dia sering merasa tidak enak hati pada orang lain. Padahal yang dibicarakan itu dirinya, bukan dia yang membicarakan mereka. "Jakarta," gumam Vitaloka sembari menatap langit-langit kamar apartemennya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

"Gw ingetin sekali lagi!" "GW GAK AKAN PERNAH SUKA SAMA LO MAU SEKERAS APAPUN LO NGEJAR GW! LO GAK AKAN PERNAH BISA DAPETIN HATI GW. MENDING LO PERGI DAN JANGAN GANGGU HIDUP GW BITCH!" Melody tersentak mendengar bentakan yang derrel berikan. Setelah mengucapkan kalimat itu Derrel meninggalkan Melody yang hanya bisa melihat kepergianya dengan mata yang berkaca-kaca. Tubuh itu luruh dan semua air mata yang ia tahan tumpah ketika punggung lelaki itu menghilang di balik pintu. "Hiks...hiks...aku juga gak mau ngejar-ngejar kamu kaya gini rel." Melody memukul-mukul dadanya yang terasa begitu menyesakan.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Menentang Dunia

Menentang Dunia

Jawab Mo Xin menjelaskan, melihat raut wajah Yinwei yang cemas Mo Xin tersenyum. "Tenang saja, kamu sudah ditingkat penyatuan Api Iblis Neraka tidak akan mengendalikanmu dan jika kamu menolak kamu bisa membatalkan dirimu sebagai penerus." Mendengar jawaban dari Mo Xin raut wajah Yinwei kembali tenang. Melihat itu Mo Xin menahan tawa, dia merasa manusia sangat polos.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Si pria tertawa pelan, suaranya terdengar tak peduli, “Hanya jemput saja, biar dia tunggu sebentar lagi.” “Aku merasa sejak dia hamil, badannya jadi berbau, nggak sewangi kamu.” Postingan itu diunggah dua jam yang lalu. Itu suara Michael, meskipun interior mobil di video itu bukan mobil yang kukenal. Tangan dan kakiku mulai terasa dingin. Kontrak yang kupeluk hangat di dada kini terasa tak ada artinya lagi. Terakhir kali Michael gagal investasi, operasional perusahaannya langsung terganggu.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
HEAVY

HEAVY

Apa alasan Renata tidak ingin mengandung anak suaminya sendiri? Jola tersentak dengan dada membusung ke depan, memekik kesakitan sambil meremas dasi Yogi yang mengikat kedua tangannya dengan kencang. Yogi mendesah panjang setelah berhasil masuk secara sempurna ke dalam inti tubuh Jola. Tidak ada waktu jeda, Yogi mulai menggerakkan pinggulnya secara teratur dan lama-kelamaan menjadi kasar dan semakin cepat.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status