Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mate

Mate

tanyaku tiba-tiba mellow. Mas Wira menoleh dan menatapku. “Mungkin.” Aku menghela napas kecewa. “Sudah kuduga.” “Kamu ini kenapa kok kayak insecure banget sih?” Aku menunduk sedih. “Aku tuh sedih banget sering dikatain ‘Fita itu cantik tapi nggak sexy’, ‘Fita itu hampir sempurna tapi dadanya rata’, ‘Fita itu kayak bocah banget’.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Seperti tekadnya, ia tidak akan berlama-lama terpuruk pada masalah yang telah terjadi dalam hidupnya, walau peristiwa tersebut sangat menyakitkan sekaligus menyayat hati. Tanpa terasa kini sudah sebulan kejadian menyakitkan yang dialami Helena berlalu. Walau mimpi buruk kerap hadir mengusik tidur nyenyaknya setelah kejadian menyakitkan tersebut, tapi Helena tidak ingin terjebak di dalamnya. Perbuatan bengis Felix memang tidak begitu saja lenyap dari benaknya, tapi keinginannya untuk mengenyahkan bayangan tersebut lebih kuat daripada mengingatnya. Dengan usaha keras dan keinginannya yang kuat, akhirnya secara bertahap bayangan tersebut perlahan memudar dari benaknya.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

seru Gilbert penuh kemarahan karena dipaksa wanita sadis itu untuk tetap melakukan pencarian di tengah hujan deras. "Jangan mengeluh, Gilbert! Kalau kamu tahan sedikit saja nafsumu itu, tentu pelakor itu tidak akan lolos!" ejek Walter penuh kekesalan. "Aku tidak mengeluh! Hanya saja Nona terlalu sadis, membiarkan kita kehujanan mencari pelakor itu, sementara dia diam saja di dalam mobilnya!" ujar Gilbert. "Apa yang kamu lakukan, Gilbert?" tanya Albert yang penasaran.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Betrayal

Betrayal

ujar Zero dengan nada perhatian. “Tidak masalah Zero, tapi aku tidak toleran terhadap alkohol,” jelas Callis. “Kau tenang saja, Callista. Ada banyak minuman non-alkohol di sana,” ujar Zero. Tebakan Zero tentang Callis sepenuhnya benar. Wanita itu terlalu naif dan polos. Bahkan, sudah sejauh ini, Callis sama sekali tidak memiliki pikiran yang buruk terhadap Zero. Padahal, dengan masuknya Callis ke bar ini, sama saja Callis sedang melemparkan dirinya ke ambang kehancuran.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Kebohongan sekecil apa pun bisa langsung mereka tangkap. Orang-orang mulai pergi. Pertama, para kepala keluarga terbesar di Ravencia. "Herman!" Reyhan memanggil seorang bos yang setara dengannya. Herman berhenti tapi tidak berbalik. "Kamu melanggar aturan, Reyhan. Dunia kita dibangun atas dua hal yaitu kehormatan dan ikatan darah. Kamu membuang semuanya demi seorang simpanan. Kamu menghancurkan garis keluargamu sendiri demi seorang pelacur dan menjadi musuh dari keluarga lama. Standar penilaianmu sudah rusak. Tidak ada yang akan mengikuti orang bodoh yang dipimpin oleh nafsunya sendiri."
25.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 905 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
The endlessly

The endlessly

selusin wanita dari semua jenis pernah Kenzo temui namun akan berakhir dengan hal yang sama. sifat Kenzo yang terlalu tegas dan dingin membuat kebanyakan wanita lari terbirit-birit saat bertemu dengannya. status dan kekayaan keluarga Mac tidak mampu meluluhkan hati banyak wanita. tidak kalah keras dengan watak putranya, nyonya Mac memukul kembali kekerasan kepala anak semata wayang nya. "kamu akan melihatku tergantung di depan pintumu jika kamu berani menolak pengaturan ku!" teriak nyonya Mac saat Kenzo mulai melangkah pergi meninggalkan mansion Mac.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Kalau dia memang mencintainya, mengapa dia tetap diam saat dia dilanda badai rumor? Jika mengadopsi anak dari panti asuhan, bukankah itu akan membuktikan bahwa dia tidak bisa melahirkan? Stella masih berpegang pada secercah harapan terakhir dan berkata perlahan, "Felix, kamu nggak mau punya anak denganku?" Felix menunduk, "Kita bakal punya anak dalam beberapa tahun lagi, oke? Kamu juga tahu, perusahaan sedang perluas bisnis sekarang..."
17.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai unrelenting
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status