Istri Bayangan Sang Miliarder
"Apa kamu pikir, saya karakter fiksi?"
Seruni membuka mulut, tapi tak sempat menjawab karena Aruna sudah menggeser iPad ke arahnya. Mata Aruna menyorot tajam seluruh tulisan Seruni. Mulai dari paragraf pembuka, paragraf tengah, paragraf selanjutnya hingga akhir. Seruni hanya bisa memasang wajah kecut, saat jari Aruna berkali-kali meng-klik tombol delete. Namun, Seruni hanya istigfar dalam hati, ia masih sanggup bersabar menahan api kemarahannya. Begitu pun dengan pagi berikutnya, Seruni menyerahkan hasil revisi yang ketiga kalinya. Aruna masih bereaksi sama. Respon Seruni pun masih sa-bar.
Capítulos em Alta