Istri Tanpa Suami
"Sudah ... sudah, jangan tertawa terus. Kita lanjutkan upacara hari ini dengan cepat. Mau cepat apa lama?"
"Cepaaat, Buu ...."
"Baik, sekian dari saya w*billahi taufiq w*lhidayah, assalamualaykum w*rohmatullahi w* barakaatuh."
"Lah, paket ekspres ini mah, kecepetan," celetuk Andini yang kebetulan berdiri di dekat mimbar pembina. Ketiga anak yang di lapangan tertawa geli masih sambil menunduk. Mereka tidak tahu, bahwa pelaku berlangsungnya upacara cepat pada hari ini adalah Amira. Gadis itu yang membuat Pak Usman bersin-bersin dari atas mimbar. Kemudian Amira yang mengeluarkan mantra, agar Bu Ade segera menutup upacara, sehingga mereka tidak perlu terlalu lama disetrap di lapangan.