Susahnya Jadi Mas Joko
“Tapi, kamu jangan ge’er ya, Mas? Aku menyimpan foto kamu itu hanya untuk pelampiasan kalau aku sedang marah atau kesal. Foto kamu aku simpan dan salah satunya aku cetak hanya untuk aku maki-maki dan aku benci-benci.”
“Ingat, kamu masih punya utang kepadaku. Jangan kamu bertanya ‘utang apa’, karena itu akan mengkuadratkan rasa benciku padamu. Kamu ingat waktu mau menggagahi ibuku dulu? Nah, waktu itu aku belum menampar wajah kamu. Itulah utang kamu, tamparan!”
“Aneh ya, Mas? Aku tidak ingin melihat kamu tapi ingin menampar wajah kamu. Mudah-mudahan suatu saat nanti tercipta suatu kondisi di mana aku bisa menampar tanpa harus melihat wajah kamu. Amin.”
Hot Chapters