ISTRIMU TERNYATA SULTAN
Di depan podium, Leo Danendra berdiri dengan postur sempurna, memancarkan karisma seorang pemimpin yang merasa memiliki kekuasaan mutlak.
Rangga duduk di kursi VIP di barisan depan. Wajahnya datar, tangannya bersedekap. Jas navy blue-nya kali ini terlihat sangat pas di tubuhnya.
"Hadirin sekalian," suara Leo menggema melalui pelantang suara. "Kita berkumpul di RUPSLB hari ini karena Pramono Group sedang menghadapi krisis kepemimpinan. Tuan Rangga, Vice President kita, baru menjabat selama beberapa hari, namun keputusannya telah membahayakan efisiensi finansial kita."