DIMADU TANPA RESTU
“Siapa sebenarnya yang membangkang, Mas? Amara selama ini pergi ke mana saja kamu nggak tahu, dia pulang sesukanya, bahkan tidak pulang pun, kamu diam saja. Apa karena dia lebih panas di ranjang dari aku? Karena kepuasan sesaat, kamu tutup mata atas semua kebohongannya?”
Wira tampak tersinggung. Tapi Sekar belum selesai. Ia melangkah maju.
“Aku mungkin memang kalah dalam hal itu, tapi aku masih punya harga diri. Aku masih tahu batas antara cinta dan hinaan. Aku bukan perempuan murahan, Mas. Aku bukan pencuri yang masuk ke rumah orang lain dan mengaku sebagai pemiliknya.”
Kata-kata terakhir itu menghujam tajam.
Hot Chapters