Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaisar Pedang Tertinggi

Kaisar Pedang Tertinggi

Ujarnya "Hemm? Untuk bermain denganmu kurasa terlalu tinggi jika aku menggunakan pedangku itu apalagi keadaan pedang es milikku itu perlu diperbaiki. Ranting kayu ini sudah lebih dari cukup untuk bermain dengan ya membunuhmu bukanlah hal yang sulit."jelas Zhi Shenzhen dengan raut wajah tengilnya "Kurang ajar, seumur hidupku aku baru pertama kali melihat orang sombong sepertimu."
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Orang yang berada di balik semak terkejut melihat orang yang dia serang justru telah berubah menjadi sosok kawan sendiri. "Bagaimana bisa dia melakukan ini, apakah dia menggunakan sihir ?" batin pendekar tersebut. "Itu bukan sihir, tapi kekuatan Ruang Dan Waktu," ucap seseorang di belakang pendekar berpakaian serba hitam tersebut. Belum sempat menoleh, sebuah pedang telah menusuk tubuhnya hingga tembus ke dada. Darah muncrat dari mulut pendekar tersebut.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Rasanya seperti mengunyah daun sirih pahit, rasa pahit itu perlahan meresap hingga ke seluruh tubuh. Entah kenapa, aku teringat masa lalu. .... Beberapa belas tahun yang lalu, ibu Rama, Helen Sumardi, datang berlibur ke desa kecil kami di pegunungan. Saat itu musim banjir, aliran sungai yang kecil berubah menjadi arus deras hanya dalam beberapa detik. Dia tidak sempat menghindar, dan tersapu banjir. Ayahku kebetulan sedang di gunung. Tanpa menghiraukan bahaya, dia menyelamatkan ibu Rama, tetapi kehilangan satu kakinya.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
REINKARNASI PENDEKAR PEDANG

REINKARNASI PENDEKAR PEDANG

Melihat hal ini Raul hanya bisa tersenyum dan menarik Pedang dari sarungnya. Raul tersenyum dan berkata, "Waktunya pembersihan." Raul bergerak sangat cepat dan tebasan Pedangnya langsung memotong beberapa orang menjadi dua bagian. Mereka menyerang bersamaan namun tidak ada satupun serangan yang dapat mengenai Raul, gaya Pedangnya terlalu rumit dan selain menyerang tebasan Pedang acaknya juga dapat digunakan bertahan.
9.658.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

“Ruang bernegosiasi. Ia menawar, ia mengulur, ia melipat. Kalian memaksa dirimu hadir, maka ruang menuntut ganti. Ia mengambil sedikit dari lautmu, sedikit dari napas kota melayang itu, sedikit dari ketahanan armor sahabat barumu—dan menambalnya di sini, agar semuanya tetap seimbang.” Kinari merasakan kata-kata itu jatuh di dada seperti kerikil dingin. “Bagaimana dengan waktu?” tanyanya. “Apakah waktu pun menawar seperti ruang?” Syrakhal memalingkan wajah yang tak punya sisi—pemandangan yang membuat kepala pening jika terlalu lama ditatap. “Waktu adalah arus. Ia tak pandai menawar, tetapi ia bisa menenggelamkan. Karena itu Tharumen menyulamnya, dan Astrelyn menandainya.
928 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Kisah di Balik Waktu

Kisah di Balik Waktu

tanya Jansen mulai khawatir. "Kalaupun Perusahaan Drust berubah pikiran, anggaplah mereka hanya membantu kita agar tidak dipermalukan oleh pengusaha lainnya. Bukankah kehadiran ibu Rebecca cukup menampar wajah pengusaha-pengusaha yang hanya menilai seseorang dari luarnya saja?" ujar Kezia mengambil sisi positifnya. Meskipun ada sedikit kekecewaan di dalam hatinya. Tristan menatap jalanan yang sepi. Apakah mereka mengalami kendala? Kenapa telat sampai dua jam lebih? Bukankah aku meminta mereka menunda sehari saja, bukan jamnya?
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

“Kau masih hidup. Itu yang terpenting.” Dia menggerakkan jari-jari tangannya yang dibalut perban, meringis di sudut mulutnya. “Mungkin. Tapi mematahkan tanganku berarti kita telah membeli waktu … dan kehilangannya juga. Aku tidak akan menghunus pedang selama berminggu-minggu.” Aku mengangguk, menyadari fakta itu. “Kita masih harus kembali. Lagipula kau tidak akan membangunnya sambil menunggang kuda.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

gumam Aksara. "Pedang bukan benda, Aksara. Pedang adalah konsep," Sadewa menepuk dadanya sendiri, tepat di jantung. "Di sini. Di dalam Inti Jiwa-mu. Jika tekadmu setajam silet, maka rumput pun bisa menjadi senjata pusaka." Sadewa menghela napas panjang, seolah sedang membuat keputusan berat. Ia "menatap" ke arah pintu Lantai Tiga.
10984 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Kaisar Pedang Legendaris

Kaisar Pedang Legendaris

ucap semua orang yang tahu jika aura itu adalah niat pedang. Semua orang mengangguk, dimana mereka tahu betul niat pedang tersebut, namun tidak ada yang tahu siapa yang bisa menguasai niat pedang, dan mungkin hanya kaisar pedang yang bisa melakukannya. "Niat perang ini akan menjadi simbol keberanian kalian" ucap Ye Fan saat monumen tersebut bersinar terang. Dan seketika semua cahaya dan siluet pedang tersebut menghilang, seolah semua yang sebelumnya terjadi hanyalah ilusi belaka, dan tidak pernah ada niat pedang yang dimasukkan kedalam sebuah monumen.
89.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Dan … Alvino, menatapnya dengan rasa iri yang dalam—terlalu dalam untuk dianggap biasa. “Aku tak bisa kehilangan mereka …!” s Suara Danu pelan. “Kau tidak boleh bertarung demi mereka,” ucap Rendra tajam. “Kau bertarung demi mereka semua. Dunia. Aksara. Kenangan. Waktu.” Tiba-tiba langit lorong waktu berderak. Rendra menoleh. “Kau harus pergi, sebelum lubang waktu ini menutup.” “Tunggu—Anda ikut denganku, 'kan?”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai waktu ibarat pedang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status