Kelir Getih (Layar Berdarah)
Di sekelilingnya, di atas lantai beton, Sang Dalang menaburkan kelopak-kelopak bunga melati, seolah menyelenggarakan ritual penguburan cepat.
Namun yang paling mengerikan adalah wayang yang disandarkan di dada Yudha. Itu adalah wayang kulit berukuran kecil, tokoh prajurit yang nyaris tidak dikenal: Wiratama, seorang pengawal setia yang gugur pada hari pertama Bharatayuddha, mati bukan karena serangan langsung dari musuh besar, melainkan karena kesalahan komunikasi dan nasib yang buruk.
“Wiratama,” gumam Raka, lututnya lemas. Simbolismenya menusuk. “Prajurit kecil, setia, yang mati karena lakon besar.”
Sikat na Kabanata