Pelakor Sebaya
Warna merahnya kontras dengan warna keramik yang putih bersih.
"Mereka menjijikkan, Mi. Iya, kan, Mi?"
Langit tersenyum dan terkekeh pelan di sela tangisnya. Perlahan tangannya yang bergetar mengusap bekas tetesan darahnya. Langit menggigit bibir saat bekas darahnya kini semakin melebar karena dia mengusapnya.
"Tapi ...." Langit menyusut ingus dan air matanya dengan lengannya, "mami tenang aja, Langit nggak akan membiarkan mereka bahagia!" Langit lantas tertawa terbahak-bahak.