Mencintai Seorang Climber
Wartini bicara, “Kalau ada bahan makanan, Irma pasti masak yang lebih enak daripada nasi usuk ini. Tapi di dapur masih belum ada sembako, kulkas juga masih kosong.“
Ruhiyat menoleh pada Irma. “Nanti kamu belanja, lengkapi sembako dan isi kulkas. Nanti uangnya saya transfer.”
“Makasih Yang.” Irma tersenyum pada suaminya. “Kalau Ayang nggak keberatan, aku juga pengin melihat-lihat dulu barang di Trusmi, maksudku barang untuk jualan.” Trusmi adalah nama sebuah kampung batik, yang menjadi sentra pembuatan dan penjualan batik, terletak di Kabupaten Cirebon.
“Nanti sekalian aku transfer, tapi kamu harus bisa mengelola, mana uang buat keperluan makan dan rumah ini, mana uang modal untuk jualan.”
Hot Chapters