Nikahi Aku Mas Cleaning Service!
Ia meletakkan alat pelnya di sudut dinding, lalu menggenggam tangan Lusty erat.
“Terima kasih banyak atas kebaikanmu, Sayang. Aku tahu kamu ingin memberiku kehidupan yang lebih baik, lebih terhormat di mata orang lain,” ujarnya pelan namun mantap. “Tapi aku sungguh lebih senang bekerja seperti ini. Membersihkan kotoran, merapikan yang berantakan, membuat lingkungan menjadi sehat dan nyaman bagi siapa saja yang bekerja di sini. Bukankah Tuhan sendiri juga senang melihat alam semesta ini bersih, tertata rapi, dan tidak berantakan? Aku merasa dekat dengan-Nya saat melakukan pekerjaan ini.”