Hestia
‘Gue harus bersihin baju ini, jangan sampe dilihat Art–’
Benak Patra tidak lagi memerintah tubuhnya bergerak cepat, begitu juga mulutnya yang berhenti komat-kamit.
Artemis berdiri tepat di depan mesin cuci dekat kamar mandi tamu, bersedekap dada sambil mengamati piyama miliknya di tubuh Patra yang kotor. Artemis tersenyum maklum seraya meraih sepasang piyama lain dari lemari atas ruang laundry itu. “Tolong jangan anggep Talia nggak normal, ya,” ujar Artemis setelah Patra menerima piyama itu. “Lo naik, gih, obrolin sama Talia. Biar gue yang urus baju kotornya.”
Bab Populer