Jodoh Dadakan Dirgantara
jelas wanita paruh baya itu dengan nada lemah lembut.
Setelah terdiam lumayan lama, Alina akhirnya menatap ibu mertuanya penuh sopan dan meminta maaf atas perilakunya yang menurut wanita paruh baya itu kurang sopan. Keduanya kini saling berpelukan dan kembali beristirahat. Dalam diam, Alina mulai berpikir, apakah perjodohannya ini benar-benar akan bahagia. Secara, dia masih belum bisa menaruh hati pada sang Letnan. Walau dia tampan dan baik hati, selera Alina bukanlah Dirgantara, yang tegas, serius dan disiplin. Karena berbanding terbalik dengan dirinya yang banyak membuang waktu dan senang di layani. "Hah, bagaimana akhir dari pernikahanku nantinya?" batin Alina masih menatap langit-langit
Bab Populer