Ditiduri Majikan
30pm
“Aahh, Pa….” Adis melengkuh lemah. Tubuhnya menggelinjang saat cairannya kembali keluar. Tubuhnya melemas dengan nafas kasar yang terasa akan habis. Ia menggeleng ketika papa mertuanya kembali memasukkan dua jari ke bagian bawahnya. “Enggak, Pa. Udah, aahh, aahh, papa! Aahh!” jeritnya, makin membuka kedua kaki lebar dan mencengkeram erat bahu papa mertuanya. Menit kemudian pantatnya terangkat, dan cairan itu mencuat, keluar dari intinya.
Adis menggelengkan kepala. Dia tak sanggup lagi dipermainkan. Diam saja ketika papa mertua mengecupi dadanya dan memejam saat pak Fandi memasuki intinya lagi.